RS Kardiologi Emirates Indonesia

Waspada Abu Vulkanik: Bahayanya Bagi Kesehatan dan Cara Melindungi Diri Termasuk Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan Jantung

h
humas
17 September 2026
5 Menit Baca
Waspada Abu Vulkanik: Bahayanya Bagi Kesehatan dan Cara Melindungi Diri Termasuk Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan Jantung

Apa Itu Abu Vulkanik?

Abu vulkanik bukanlah abu hasil pembakaran seperti abu rokok atau abu kayu. Abu vulkanik adalah pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik yang sangat halus, hasil dari letusan gunung berapi. Ukurannya bisa sangat kecil, bahkan lebih halus dari sehelai rambut manusia, sehingga sangat mudah terbawa angin hingga puluhan bahkan ratusan kilometer dari sumber letusan.

Karena ukurannya yang sangat kecil dan sifatnya yang keras serta kadang mengandung senyawa kimia tertentu (seperti sulfur), abu vulkanik dapat masuk ke saluran napas, mengiritasi mata dan kulit, serta berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan bila terpapar dalam jumlah besar atau dalam waktu lama.

Seberapa Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan?

Sebuah tinjauan ilmiah global terhadap studi-studi kesehatan di sekitar 27 gunung berapi di dunia menemukan bahwa paparan abu dan emisi vulkanik dapat memengaruhi lima sistem tubuh utama: pernapasan, jantung dan pembuluh darah, mata, kulit, serta kesehatan mental. Gangguan pernapasan tercatat sebagai dampak paling sering dilaporkan, diikuti oleh gangguan kesehatan mental dan mata (Mapping the global health burden of volcanic exposure, 2025).

Gangguan Pernapasan

  1. Iritasi hidung, tenggorokan, dan saluran napas atas — menyebabkan batuk, bersin, dan sesak.
  2. Memicu kambuhnya asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) pada penderita yang sudah memiliki riwayat penyakit paru.
  3. Partikel abu berukuran sangat halus (di bawah 10 mikron, bahkan di bawah 5 mikron) dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan mengendap di sana.

Gangguan Mata dan Kulit

  1. Mata merah, perih, gatal, dan terasa seperti kelilipan akibat gesekan partikel abu yang tajam.
  2. Iritasi dan gatal pada kulit, terutama pada kulit sensitif atau yang sudah memiliki kondisi seperti dermatitis.

Kesehatan Mental

Selain dampak fisik, situasi erupsi dan hujan abu yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan kecemasan, stres, dan gangguan psikologis lain pada masyarakat terdampak, terutama karena ketidakpastian dan gangguan terhadap aktivitas sehari-hari.

Abu Vulkanik dan Kesehatan Jantung — Bagian yang Sering Terlupakan

Banyak orang hanya mengaitkan abu vulkanik dengan masalah pernapasan, padahal bukti ilmiah menunjukkan bahwa abu vulkanik juga berdampak nyata pada jantung dan pembuluh darah — terutama pada kelompok berisiko seperti lansia, penderita hipertensi, penyakit jantung koroner, dan diabetes.

Fakta dari Tinjauan Ilmiah (2025)

• Paparan abu dan polusi udara vulkanik dikaitkan dengan peningkatan kekambuhan gangguan sistem peredaran darah sebesar 18%.

• Peningkatan kasus penyakit jantung iskemik (penyempitan pembuluh darah jantung) sebesar 31%.

• Peningkatan kasus serangan jantung akut (infark miokard akut) sebesar 34%.

Mengapa ini bisa terjadi? Partikel halus dalam abu vulkanik, ketika terhirup dalam jumlah besar, dapat memicu peradangan (inflamasi) di dalam tubuh, meningkatkan tekanan darah sementara, serta membebani kerja jantung dan pembuluh darah — mekanisme yang serupa dengan efek polusi udara/partikulat (PM) terhadap jantung yang sudah banyak diteliti (Carlsen et al., 2021). Selain itu, abu vulkanik juga dapat mengandung senyawa organik yang berpotensi memicu peradangan pada sistem kardiovaskular bila terpapar dalam jangka panjang (Tomašek et al., 2021).

Kelompok yang perlu ekstra waspada terhadap dampak abu vulkanik pada jantung antara lain: lansia, penderita hipertensi, penderita penyakit jantung koroner atau riwayat serangan jantung, penderita diabetes, ibu hamil, dan siapa pun dengan riwayat gangguan pembuluh darah.

Segera ke Fasilitas Kesehatan Jika Mengalami:

• Nyeri atau rasa tertekan di dada, terutama saat atau setelah beraktivitas di luar ruangan.

• Sesak napas yang tidak biasa, jantung berdebar kencang, atau rasa sangat lelah mendadak.

• Pusing berat, keringat dingin, atau nyeri menjalar ke lengan/rahang bersamaan dengan gejala di atas.

Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?

Sebelum dan Saat Terjadi Hujan Abu

  1. Tetap tenang dan pantau informasi resmi dari BMKG, PVMBG/Badan Geologi (MAGMA Indonesia), BPBD setempat, dan Kementerian Kesehatan. Hindari informasi tidak resmi (hoaks).
  2. Sebisa mungkin tetap berada di dalam rumah atau ruangan tertutup selama abu masih turun.
  3. Tutup pintu, jendela, dan ventilasi udara untuk mencegah abu masuk ke dalam rumah.
  4. Jika harus keluar rumah, gunakan masker yang menutup hidung dan mulut dengan rapat (masker N95 lebih baik, namun masker bedah/kain rapat juga membantu mengurangi paparan).
  5. Gunakan kacamata pelindung (bukan lensa kontak) untuk melindungi mata dari iritasi.
  6. Kenakan pakaian lengan panjang untuk melindungi kulit bila harus beraktivitas di luar.

Setelah Hujan Abu Reda

  1. Bersihkan abu di atap, halaman, dan kendaraan dengan cara disiram air, bukan disapu kering, agar abu tidak beterbangan kembali dan terhirup.
  2. Cuci bersih sayuran, buah, dan sumber air yang mungkin terkontaminasi abu sebelum dikonsumsi.
  3. Perbanyak minum air putih untuk membantu tubuh, dan bersihkan mata serta kulit yang terpapar abu dengan air bersih.
  4. Bagi penderita asma, PPOK, atau penyakit jantung, pastikan obat-obatan pribadi selalu tersedia dan gunakan sesuai anjuran dokter.

Khusus untuk Menjaga Kesehatan Jantung Selama Situasi Abu Vulkanik

  1. Kurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan selama kualitas udara memburuk akibat abu vulkanik.
  2. Bagi penderita hipertensi atau penyakit jantung, pantau tekanan darah secara rutin dan tetap patuh minum obat sesuai resep dokter.
  3. Jangan menunda periksa ke fasilitas kesehatan bila muncul gejala tidak biasa seperti dijelaskan pada bagian 3, meskipun gejala tersebut ringan.
  4. Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi jumlah partikel halus yang terhirup dan membebani jantung.

Kesimpulan

Abu vulkanik memang jarang mengancam nyawa secara langsung, namun dampaknya terhadap kesehatan pernapasan, mata, kulit, kesehatan mental, dan yang tidak kalah penting, kesehatan jantung dan pembuluh darah, adalah nyata dan didukung oleh bukti ilmiah. Dengan memahami risikonya dan menerapkan langkah perlindungan diri yang sederhana — memakai masker, membatasi aktivitas luar ruangan, menjaga kebersihan, dan waspada terhadap gejala pada kelompok berisiko — masyarakat dapat mengurangi dampak kesehatan akibat abu vulkanik secara signifikan.

Selalu ikuti arahan resmi dari BMKG, PVMBG/Badan Geologi, BPBD, dan Kementerian Kesehatan RI selama masa erupsi berlangsung.


Bagikan Artikel: