Apa itu Bedah Vaskular & Endovaskular?
Pembuluh darah berperan membawa darah ke seluruh tubuh. Bila terjadi gangguan, keluhan yang muncul sangat beragam mulai dari kaki bengkak, nyeri saat berjalan, luka yang sulit sembuh, varises, benjolan pembuluh darah, hingga perdarahan akibat cedera.
Subspesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular menangani berbagai penyakit pembuluh darah arteri, vena, dan saluran limfe seluruh tubuh, kecuali pembuluh darah jantung dan otak.
Bedah Vaskular
Bidang kedokteran yang menangani masalah pembuluh darah di seluruh tubuh. Mencakup evaluasi, diagnosis, dan tindakan operatif pada arteri, vena, dan saluran limfe.
Tindakan Endovaskular
Teknik penanganan dari dalam pembuluh darah menggunakan sayatan kecil, kateter, balon, stent, atau alat khusus lainnya
Keunggulan endovaskular: luka lebih kecil, nyeri umumnya lebih ringan, pemulihan lebih cepat, dan lama rawat inap dapat lebih singkat pada kasus yang sesuai. Untuk kondisi kompleks atau kerusakan berat, operasi terbuka tetap menjadi pilihan terbaik.
Layanan Bedah Vaskuler RS KEI
Tersedia untuk kondisi terencana maupun kegawatdaruratan vaskular mulai dari akses cuci darah dan varises, hingga cedera pembuluh darah dan penyakit aorta.
01
Akses Hemodialisa & Komplikasinya
Pembuatan AV fistula, AV graft, dan kateter vena sentral. Penanganan komplikasi penyempitan, sumbatan, infeksi, perdarahan, dan pembesaran abnormal pada akses.
02
Akses Kemoterapi
Pemasangan chemoport atau kateter khusus untuk akses vena jangka panjang pada pasien kanker mengurangi tusukan berulang dan mendukung kelancaran terapi.
03
Penanganan Varises
Dari obat dan stoking kompresi, hingga ablasi laser/radiofrekuensi, skleroterapi, flebektomi, dan operasi terbuka sesuai tingkat keparahan.
04
Sumbatan Vena Dalam (DVT)
Trombosis vena dalam, sindrom pascatrombosis, dan sumbatan vena besar — terapi obat, trombolisis, angioplasti balon, stent, hingga operasi terbuka.
05
Luka Diabetes & Arteri Perifer
Evaluasi luka kaki diabetik, pemeriksaan nadi dan aliran darah, angiografi, tindakan endovaskular, atau bypass untuk memperbaiki suplai darah ke kaki.
06
Malformasi Vaskular
Kelainan pembuluh darah bawaan benjolan, bercak kebiruan, pembengkakan dengan penanganan berupa observasi, embolisasi, skleroterapi, atau operasi terbuka.
07
Penanganan Aorta
Aneurisma, diseksi, dan cedera aorta pemantauan berkala, stent graft endovaskular, atau operasi terbuka sesuai kondisi pasien
08
Penanganan Karotis
Penyakit pada arteri karotis berupa plak maupun diseksi dapat mempengaruhi terjadinya stroke sehingga perlu mandapat penanganan baik secara endovascular (stent) maupun pembedarah terbuka.
09
Limfedema
Pembengkakan kronis akibat penumpukan cairan getah bening karena gangguan saluran limfatik. Penanganannya berfokus pada mengurangi bengkak melalui pijat drainase limfatik, kompresi (perban/stocking), serta edukasi perawatan kulit untuk mencegah infeksi dan komplikasi.
10
Trauma Vaskular
Cedera pembuluh darah yang mengancam aliran darah dan jaringan. Sebagai kondisi darurat, penanganannya membutuhkan tindakan cepat melalui bedah atau teknik endovaskular untuk memulihkan aliran darah dan menjaga fungsi organ.
Kenali tanda yang perlu diwaspadai
Pemeriksaan sejak dini dapat mencegah komplikasi yang lebih berat, memperbaiki kualitas hidup, dan mempertahankan fungsi anggota tubuh. Segera periksakan diri bila mengalami:
- Kaki sering bengkak
- Varises nyeri atau makin membesar
- Luka kaki tidak kunjung sembuh
- Nyeri betis saat berjalan
- Kaki terasa dingin atau berubah warna
- Benjolan pada pembuluh darah
- Akses cuci darah bermasalah
- Bengkak mendadak satu kaki atau lengan
- Riwayat bekuan darah sebelumnya
- Nyeri tungkai yang tidak biasa
- Stroke sumbatan
Waspadai tanda bahaya emboli paru segera cari penanganan darurat bila mengalami sesak napas mendadak, nyeri dada, batuk darah, pusing, atau pingsan setelah tungkai bengkak. Kondisi ini dapat mengancam jiwa.
Kolaborasi lintas spesialisasi
Setiap pasien dievaluasi secara menyeluruh berdasarkan keluhan, kondisi pembuluh darah, penyakit penyerta, dan kebutuhan terapi. Penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai bidang spesialisasi untuk hasil yang optimal.