RS Kardiologi Emirates Indonesia merupakan pusat rujukan jantung yang mengintegrasikan teknologi kardiovaskular terkini dengan keahlian klinis multidisiplin. Unit Kardiologi Intensif (Cardiac Intensive Care Unit) menjadi tulang punggung penanganan kondisi jantung kritis yang memerlukan pengawasan dan intervensi berkelanjutan selama 24 jam.
Kardiologi intensif modern bukan sekadar perpanjangan dari unit perawatan intensif umum. Ia menuntut pemahaman mendalam tentang fisiologi kardiovaskular dalam kondisi kritis, penguasaan teknologi dukungan sirkulasi mekanis canggih, serta kemampuan mengintegrasikan data hemodinamik multimodal untuk pengambilan keputusan klinis yang presisi dan tepat waktu.
Mesin pengganti jantung sementara
Ketika jantung sangat lemah, misalnya setelah serangan jantung parah atau peradangan jantung mendadak, obat-obatan saja tidak cukup. Tubuh perlu bantuan mesin untuk menjaga aliran darah tetap berjalan sambil memberikan waktu bagi jantung untuk pulih. Teknologi ini disebut Dukungan Sirkulasi Mekanis (Mechanical Circulatory Support / MCS).
ECMO
Mesin jantung-paru luar tubuh yang mengambil alih fungsi keduanya sementara jantung pulih.
IABP
Balon kecil di pembuluh darah utama yang meringankan kerja jantung dan memperbesar aliran koroner.
ECMO: ketika jantung perlu 'liur sejenak'
ANALOGI SEDERHANA
Bayangkan ECMO seperti 'penjaga sementara' yang menggantikan pekerjaan jantung dan paru-paru. Darah diambil dari tubuh, dibersihkan dan diisi oksigen oleh mesin, lalu dikembalikan — persis yang seharusnya dilakukan jantung dan paru-paru. Ini memberi jantung waktu beristirahat dan pulih tanpa harus bekerja keras.
ECMO paling sering digunakan pada kondisi berikut:
Kondisi yang ditangani dengan ECMO
- Serangan jantung berat yang menyebabkan syok (syok kardiogenik)
- Peradangan jantung mendadak dan parah (miokarditis fulminan)
- Gagal jantung kanan akibat sumbatan besar di paru-paru (emboli paru masif)
- Henti jantung yang tidak merespons resusitasi biasa (E-CPR)
- Jembatan sementara sambil menunggu transplantasi jantung
IABP: balon kecil dengan manfaat besar
Sebuah balon tipis ditempatkan di aorta (pembuluh darah utama dari jantung) melalui selang kecil di pangkal paha. Cara kerjanya berlawanan dengan irama jantung:
- Saat jantung beristirahat (diastol)
Balon mengembang dan mendorong lebih banyak darah ke pembuluh koroner, sehingga jantung sendiri mendapat lebih banyak oksigen.
- Saat jantung memompa (sistol)
Balon mengempis sebelum jantung berkontraksi, sehingga jantung tidak perlu mendorong terlalu keras — beban kerjanya berkurang.
Pemantauan jantung secara mendetail dan terus-menerus
Ketika pasien dalam kondisi kritis, dokter perlu tahu persis apa yang terjadi di dalam tubuh — bukan sekadar tekanan darah dari luar. Kami menggunakan pemantauan berlapis yang memberikan gambaran lengkap kondisi jantung dari menit ke menit.
Kateter Swan-Ganz: 'termometer' jantung yang sangat canggih
ANALOGI SEDERHANA
Bayangkan ingin tahu apakah pompa air di rumah bekerja dengan baik. Anda tidak bisa hanya melihat dari luar — perlu alat ukur langsung di dalam pipa. Kateter Swan-Ganz melakukan hal yang sama: ia masuk melalui pembuluh darah dan mengukur tekanan serta aliran darah langsung di dalam jantung dan pembuluh paru-paru.
Alat ini dimasukkan melalui pembuluh darah besar di leher atau selangkangan, lalu diarahkan dengan bantuan balon kecil melewati bilik-bilik jantung. Dari sana, dokter dapat mengetahui:
Informasi yang didapat dari kateter Swan-Ganz
- Seberapa kuat jantung memompa darah per menit (curah jantung)
- Seberapa penuh bilik jantung kiri — apakah kelebihan beban
- Apakah pembuluh darah menyempit atau melebar secara berlebihan
- Apakah jaringan tubuh mendapat cukup oksigen
- Jenis syok yang dialami pasien — agar obat yang diberikan tepat sasaran
USG jantung langsung di tempat tidur pasien
Selain alat ukur di dalam pembuluh darah, dokter kami juga melakukan USG jantung (ekokardiografi) langsung di ruang perawatan intensif tanpa memindahkan pasien ke ruang radiologi. Teknik ini disebut POCUS (Point-of-Care Ultrasound).
Dengan USG ini, dokter bisa melihat secara langsung bagaimana jantung bergerak, ada tidaknya cairan di sekitar jantung, apakah katup jantung berfungsi normal, dan bagaimana respons jantung terhadap pengobatan. Pemeriksaan ini bisa diulang setiap beberapa jam sesuai kebutuhan.
Mengapa pemantauan ini sangat penting?
Kondisi jantung bisa berubah dalam hitungan menit. Dengan pemantauan yang terus-menerus, dokter dapat menyesuaikan dosis obat atau keputusan tindakan secara real-time — bukan berdasarkan hasil pemeriksaan dari beberapa jam lalu.
Cuci darah khusus untuk jantung yang lemah
Mungkin Anda bertanya-tanya: apa hubungan ginjal dengan penyakit jantung? Ternyata, keduanya sangat saling bergantung. Jantung yang lemah tidak bisa memompa darah dengan cukup kuat ke ginjal, sehingga ginjal pun ikut melemah. Sebaliknya, ginjal yang gagal menyebabkan penumpukan cairan dan racun yang memperburuk kondisi jantung. Lingkaran setan ini disebut Sindrom Kardiorenal.
ANALOGI SEDERHANA
Bayangkan jantung adalah pompa air dan ginjal adalah filter. Jika pompa lemah, air yang masuk ke filter pun sedikit, sehingga filter tidak bisa bekerja dengan baik. Lama-kelamaan, kotoran menumpuk di mana-mana. Itulah yang terjadi pada sindrom kardiorenal.
CRRT : cuci darah yang sangat lembut dan bertahap
Berbeda dari cuci darah biasa (hemodialisis) yang bekerja keras dalam 3–4 jam, CRRT (Continuous Renal Replacement Therapy) bekerja sangat perlahan dan terus-menerus selama 24 jam penuh.
Mengapa dilakukan secara lambat?
Pasien jantung kritis sangat sensitif terhadap perubahan volume cairan. Cuci darah yang terlalu cepat bisa menjatuhkan tekanan darah mendadak. CRRT membuang cairan dan racun sedikit demi sedikit sehingga jantung tetap stabil.
Siapa yang memerlukan CRRT?
Pasien yang tubuhnya kelebihan cairan parah, kadar kalium sangat tinggi (berbahaya untuk irama jantung), atau ginjal yang berhenti bekerja akibat kondisi jantung kritis.
Bisa dikombinasikan dengan ECMO
Pada pasien yang memerlukan ECMO sekaligus cuci darah, CRRT bisa disambungkan langsung ke mesin ECMO sehingga pasien tidak perlu akses tambahan yang menambah risiko.
Tanda-tanda yang membuat dokter mempertimbangkan CRRT
- Urin sangat sedikit meski sudah diberi obat diuretik dosis tinggi
- Berat badan naik drastis karena penumpukan cairan
- Kadar kalium darah sangat tinggi — bisa menyebabkan henti jantung
- Darah menjadi terlalu asam (asidosis berat)
- Kadar ureum dan kreatinin sangat tinggi
Bantuan napas yang disesuaikan dengan kondisi jantung
Ketika pasien tidak bisa bernapas sendiri, ventilator (mesin napas) akan membantu. Namun di CICU, pengaturannya tidak bisa sembarangan — karena paru-paru dan jantung bekerja bersama-sama, setiap pengaturan napas langsung mempengaruhi kondisi jantung.
ANALOGI SEDERHANA
Paru-paru dan jantung seperti dua balon yang berdampingan di dalam dada. Ketika balon paru mengembang saat bernapas, ia menekan balon jantung. Ini bisa menguntungkan atau merugikan tergantung kondisi jantung — sehingga dokter harus mengatur tekanan napas dengan sangat cermat.
✓ Pada edema paru — tekanan napas membantu jantung
Tekanan positif dari ventilator membuka kantung udara yang tergenang, mengurangi beban kerja jantung kiri, dan meningkatkan oksigen darah dengan cepat.
⚠ Pada gagal jantung kanan — harus ekstra hati-hati
Tekanan napas terlalu tinggi meningkatkan hambatan di paru-paru. Jantung kanan yang sudah lemah bisa kolaps. Dokter menggunakan tekanan napas serendah mungkin.
Pih pasien dari mesin napas
Melepas pasien dari ventilator juga perlu dilakukan dengan hati-hati. Ketika pasien mulai bernapas sendiri, aliran darah ke jantung meningkat seketika — ini bisa memicu penumpukan cairan di paru-paru lagi jika jantung belum cukup kuat. Tim kami melakukan evaluasi USG jantung dan pemantauan ketat sebelum dan selama proses ini, serta selalu menyiapkan bantuan napas non-invasif (masker napas) jika diperlukan.
Bersama kami, jantung Anda tidak berjuang sendirian
Keempat layanan yang telah kami jelaskan bekerja bersama-sama dalam satu sistem perawatan yang terintegrasi. Di balik setiap mesin dan perangkat, ada tim manusia: dokter spesialis jantung intensif, perawat CICU terlatih, teknisi perfusi, ahli ginjal, dan banyak lagi — yang bekerja bahu membahu demi satu tujuan: mengembalikan pasien kepada keluarga yang menunggu.